Walikota Ali Maulana: Warga Jangan Lagi Membolongi Tanggul Muara Baru untuk Buang Air Kotor

- 13 Agustus 2022, 09:45 WIB
Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan penyebab banjir rob karena beberapa titik tanggul bolong dan ada yang rendah
Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan penyebab banjir rob karena beberapa titik tanggul bolong dan ada yang rendah /foto kominfotikju

Walikota mengatakan saat ini sudah diasilitasi, dan sudah disosialisasikan supaya air kotor dari rumah-rumah warga disalurkan saja ke saluran pemukiman yang ada tanpa perlu membolongi tanggul.

Seperti diketahui, program pembangunan tanggul di pantai muara Baru ini merupakan agenda perbaikan lingkungan (environmental remediation) bagi Kota Jakarta yang mengalami penurunan tanah 5-10 sentimeter per tahun.

Baca Juga: Antisipasi Banjir Rob, Pemprov DKI Tuntaskan Bangun Tanggul Pantai Sepanjang 790 Meter 

Pembangunan tanggul laut ini ditujukan untuk mengantisipasi banjir pasang (rob) serta meningkatkan kualitas pelayanan serta perekonomian di pelabuhan tersebut. 

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta terus mengantisipasi penurunan permukaan tanah dengan berbagai cara diantaranya melakukan percepatan BUMD PAM Jaya menyelesaikan proyek perpipaan agar dapat 100 persen melayani kebutuhan air minum warga.

Selain itu adalah pembangunan tanggul di kawasan pesisir Jakarta yang menjadi area kritis menjadi prioritas. Dari hasil perjanjian kerja sama, pengerjaan tanggul dibagi tiga penanggungjawab.

Baca Juga: LINTAS JAKARTA: Dinas LH Kembali Lakukan Grebek Sampah di Lokasi Proyek Tanggul Laut Raksasa

Penanggungjawab pertama adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sepanjang 15,66 kilometer, kemudian penanggungjaqwab kedua adalah Pemerintah Jakarta 28,53 kilometer, dan swasta 2,1 kilometer.

Keterlibatan swasta ini merupakan bagian dari kompensasi pembangunan kawasan reklamasi di Teluk Jakarta.

Selain tanggul dari beton, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta juga mengupayakan penahan alami hempasan gelombang atau ombak ke daratan dengan restorasi tanaman bakau (mangrove). ***

Halaman:

Editor: Maghfur Ghazali

Sumber: posjakut/jakartagoid


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini