Merebak di Singapura, Kemenkes Sudah Deteksi Masuknya Subvarian Baru Sars-Cov 2 XBB ke Indonesia

- 22 Oktober 2022, 10:40 WIB
Subvarian XBB telah menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di Singapura yang diprediksi akan meningkatkan kasus 15 ribu per hari
Subvarian XBB telah menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di Singapura yang diprediksi akan meningkatkan kasus 15 ribu per hari /foto Anadolu Agency

Seperti diketahui, ini baru pertama kali dalam sejarah ada virus yang variannya berbeda di setiap negara. Varian virus corona tersebut bermutasi secara berbeda-beda, tergantung negaranya.

Di Inggris misalnya, varian omicron BA.5.2 adalah varian yang paling umum dan mendominasi. Begitu juga varian BA.5 yang pernah mendominasi dunia hingga hari ini masih ditemukan di Amerika Serikat. Namun dominasi varian BA.5 telah digantikan oleh varian BA.4.6, diikuti dengan varian  BQ.1 dan BQ.1.1.

Baca Juga: Presiden AS Joe Biden Tegaskan Pandemi Covid -19 di Negara Paman Sam Sudah Berakhir  

Kasus varian XBB yang saat ini tengah merebak di Singapura merupakan kombinasi dua varian omicron yang dapat menghindari perawatan kekebalan dan antibodi.

Para ilmuwan yang mencermati perkembangan pesat dari keturunan varian omicron yang menyebar di seluruh belahan dunia ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Varian yang muncul semuanya menampilkan ciri-ciri seperti penghindaran kekebalan yang lebih baik, peningkatan penularan, atau keduanya. 

Baca Juga: Virus Covid-19 Terus Bermutasi, Semakin Sulit Dicegah, Begini Kata Dr Erlina Burhan

Masing-masing varian memunculkan strain barunya sendiri secara eksponensial. Para ahli mengatakan pandemi berada di persimpangan jalan, dan virus dapat berubah menjadi sesuatu yang lebih mirip dengan flu yang umumnya dapat diprediksi dan bergejalan ringan.

Profesor Eric Topol dari kedokteran molekuler di Scripps Research mengatakan suatu saat varian yang berbeda bergerak di berbagai belahan dunia, seperti varian Gamma di Amerika Selatan, dan Beta di Afrika Selatan.

Tetapi sekarang ada varian XBB sebuah varian dengan tingkat penghindaran kekebalan yang ekstrem di negara mana pun. 

Halaman:

Editor: Maghfur Ghazali

Sumber: Kemenkes RI


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

x