Bill Richardson Diminta Lobi Rusia Bebaskan Pebasket Britney Griner

- 12 Juli 2022, 08:37 WIB
Pebasket Amerika Serikat Brittney Griner ditahan sejak Maret lalu di Bandara Sheremetyevo di Moskow dan kemudian dituding memiliki ganja. Dalam foto ini dia digiring ke pengadilan di Khimki, di luar kota Moskow, Rusia, 7 Juli 2022.
Pebasket Amerika Serikat Brittney Griner ditahan sejak Maret lalu di Bandara Sheremetyevo di Moskow dan kemudian dituding memiliki ganja. Dalam foto ini dia digiring ke pengadilan di Khimki, di luar kota Moskow, Rusia, 7 Juli 2022. /EVGENIA NOVOZHENINA/REUTERS

POSJAKUT - Keluarga bintang bola basket putri AS Brittney Griner dan mantan Marinir Paul Whelan telah meminta juru runding sandera veteran Bill Richardson untuk meminta Rusia membebaskan kedua orang itu.

Mantan gubernur dan duta besar AS yang beberapa berhasil merundingkan pembebasan beberapa orang Amerika yang ditahan oleh negara lain, akan pergi ke Rusia dalam beberapa pekan mendatang dalam rangka negosiasi.

"Apa yang bisa saya katakan keluarga Whelan dan Griner telah meminta kami membantu pembebasan orang-orang yang mereka cinta itu," kata Mickey Bergman, wakil presiden Richardson Center for Global Engagement kepada AFP.

Baca Juga: Ini Tips Pemain Dewa United, Main Basket Tanpa Batal Puasa Ramadan, Cek ya!

Richardson memiliki rekam jejak bagus dalam membebaskan warga AS yang ditahan negara-negara seperti Korea Utara dan Myanmar.

Sekalipun bertindak sebagai warga negara biasa, keterlibatannya biasanya mendapat restu diam-diam dari pemerintah AS.

Dia mengadakan diskusi dengan pejabat Rusia selama dua tahun terakhir untuk pembebasan warga Amerika lainnya, mantan Marinir AS Trevor Reed.

Reed dibebaskan April lalu ketika kedua pemerintah setuju menukarnya dengan pilot Rusia Konstantin Yaroshenko yang dipenjara di Amerika Serikat karena perdagangan narkoba.

Ditanya tentang peran Richardson, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan pemerintah telah melakukan kontak dengan dia.

"Presiden Biden sangat fokus kepada solusi pemerintah ke pemerintah dalam masalah ini," kata Sullivan seperti dikutip AFP.

Baca Juga: Liga Basket Piala Gubernur 2022, Digelar untuk Menemukan Bibit-bibit Unggulan Pebasket Indonesia

Griner yang dua kali meraih medali emas bola basket putri Olimpiade dan juara WNBA yang pernah bermain di Rusia, ditahan Februari lalu hanya satu sepekan sebelum Moskow melancarkan invasi ke Ukraina.

Atlet berusia 31 tahun itu didakwa dengan penyelundupan narkoba karena memiliki kartrid vape dengan minyak ganja.

Pada 7 Juli, dia mengaku bersalah dan terancam dijatuhi hukuman 10 tahun penjara di Rusia.

Kasus Griner membuat hubungan diplomatik AS-Rusia menjadi membeku.***

Editor: Mulya Achdami


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini