Kehadiran Unicorn di Bursa Tingkatkan Nilai Kapitalisasi Pasar Modal Tanah Air

- 27 Januari 2022, 13:30 WIB
IDX, Bursa Efek Indonesia (BEI).
IDX, Bursa Efek Indonesia (BEI). /(Bagus Kurniawan/portaljogja.com)/

POSJAKUT -- Bursa Efek Indonesia (BEI) atau IDX optimis unicorn akan memberikan perubahan positif bagi perkembangan pasar modal tanah air.

Perusahaan start up itu memang menciptakan peningkatan aktivitas bagi dunia pasar modal Indonesia.

Tercatat perusahaan teknologi berskala besar itu dapat mendongkrak kapitalisasi pasar.

"Melihat perkembangan valuasi dari perusahaan teknologi dengan tingkatan unicorn maupun centaur, tentunya kami tetap optimistis adanya kontribusi positif yang dapat diberikan terhadap peningkatan kapitalisasi pasar BEI apabila perusahaan-perusahaan unicorn dan centaur tercatat nantinya," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna seperti dikutip POSJAKUT dari Antara, Rabu 26 Januari 2022.

Baca Juga: Presiden Buka Perdagangan Bursa, Bersyukur dengan Kenaikan IHSG 2021 dengan Return 10,1 Persen

Menurutnya, optimisme tersebut tidak lepas dari faktor perkembangan kondisi kenormalan baru yang semakin kondusif.

Selain itu pemulihan ekonomi nasional yang juga diharapkan dapat menjadi penggerak untuk mendorong korporasi berekspansi melalui pendanaan dari pasar modal.

Namun ia berharap peningkatan kapitalisasi pasar modal dalam negeri juga tidak hanya didorong oleh perusahaan-perusahaan dari sektor teknologi, tapi juga sektor lain.

"Harapan kami peningkatan kapitalisasi pasar juga dapat berasal dari perusahaan berbagai karakteristik dan sektor usaha," ujar Nyoman.

Baca Juga: Erick Thohir Berharap Indonesia Bisa Tambah Unicorn, Minimal 25 Perusahaan, Ramaikan Pasar Digital Nasional

Untuk itu, kata dia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama SRO pasar modal juga bersikap adaptif terhadap perkembangan bisnis dan industri perusahaan-perusahaan di Tanah Air dengan melaksanakan beberapa inisiatif.

Inisiatif tersebut antara lain pengembangan klasifikasi sektor dan industri, terbitnya peraturan OJK No. 22/POJK.04/2021 tentang Saham Hak Suara Multipel (SHSM), perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A, dan pengembangan notasi khusus SHSM.

Inisiatif lainnya yaitu IDX Incubator yang memiliki Road-to-IPO yang bertujuan memberikan program pembangunan kapasitas.

Tujuannya mengakselerasi rencana perusahaan rintisan atau startup serta perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah untuk melakukan IPO dan menjadi perusahaan tercatat di BEI.

Baca Juga: Sudin PPKUKM Jakarta Pusat Lakukan Operasi Pasar di Halaman Kantor Kecamatan Johar Baru

Nyoman berharap dengan adanya inisiatif dan kebijakan adaptif dari OJK bersama SRO tersebut, dapat memacu lebih banyak perusahaan memanfaatkan pasar modal Indonesia.

"BEI selalu berkomitmen mendukung seluruh perusahaan-perusahaan potensial di Indonesia untuk tumbuh bersama dan optimis bahwa tahun 2022 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya." ujar Nyoman.

Pada 2021 PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjadi unicorn pertama yang masuk ke bursa.

Pada perdagangan perdananya, saham BUKA langsung menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) melonjak 24,74 persen dari harga IPO Rp850 per saham menjadi Rp1.060 per saham.

Halaman:

Editor: Fenty Ruchyat


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

x